Minggu, 25 Oktober 2015

Gojek dan Ojek Pangkalan Saling Serang

Bandung, Polisi kewalahan untuk meredakan masalah yang sama-sama propesinya sebagai tukang ojek, tetapi ini saling serang dan sampai melakukan anarkis. Ini terjadi di Cibiru, Kota Bandung dimana tukang Ojek pangkalan dengan Gojek saling pukul. Memang sekarang-sekarang ini lagi trennya masyarakat yang menggunakan Gojek karena dianggap nyaman dalam pelayanannya dan juga bisa tepat waktu.
            Tetapi hal ini menyebabkan kecemburuan yang sangat besar oleh Ojek Pangkalan, karena yang mereka takutkan beralihnya para pengguna Ojek Pangkalan kepada Gojek yang sudah modern. Salah satu dari pihak Ojek Pangkalan mengatakan “permasalahan ini berawal dari pihak Gojek yang mengantar jemput pelanggannya, dengan memasuki kawasan yang seharusnya itu untuk Ojek Pangkalan,” Ujar Ayi selaku tukang Ojek Pangkalan.
Salah satu pihak kepolisian mengatakan “ini berawal dari salah saatu Gojek yang dipukul sama botol oleh salah satu tukang Ojek Pangkalan, sampai saat ini orang tersebut masih sirawat di rumah sakit, yang kami takutkan terjadi ketika malam hari dan akan mengganggu masyarakat umum,” Ujar Fazar dari pihak kepolisian.
            Semakin sore para Ojek Pangkalan pun semakin banyak, mereka datang dari berbagai tempat yang berada di sekitar Bandung Timur, datangnnya dari pihak kepolisian ketempat kejadian membuat situasi membaik, dan di sekitar Bunderan Cibiru pun semakin diperketat, terlihat banyaknya personil kepolisian yang sudah siap untuk mengamankan situasi,
Reporter          : ILYAS

Pengajian Ibu-ibu di Pimpin Oleh Ibu Agam

buakan hanya kaum laki-laki yang suka mengadakan pengajian rutin, ibu-ibu pun selalu mengadakan pengajian rutin di masjid, 
Bandung, Ibu-ibu yang berada di lingkungan masjid Al-Ikhlas, Rw 09, Lio Utara, Desa Cibiru, Kecamatan Cipadung, Kota Bandung suka mengadakan acara pengajian. Ibu-ibu ini sudah menjadi kebiasaan melakukan pengajian di masjid yang berada Lio Utara, karena dengan penuh semangat para ibu-ibu ini terus mengajak yang lainnya agar aktif dalam pengajian.
            Ibu-ibu disini dengan semangat membangun kekompakan dan menjaga silaturahminya dengan cara mengaktifkan pengajian, ini dilakukan secara rutinan, Ibu-ibu mengadakan pengajiannya dalam satu minggu dua kali, yaitu pada hari minggu jam 15:30 sampai selesai dan kamis malam jum’at jam 18:30 sampai selesai, dan ini sudah menjadi rutinan bagi ibu-ibu yang berada di lingkungan masjid Al-Ikhlas.
Ibu Agam selaku penggerak dan pemimpin pengajian ibu-ibu yang berada lingkungan masjid Al-Ikhlas. Ibu Agam sangat senang ketika warganya dengan semangat mengikuti pengajian yang sudah menjadi rutinan bagi warga Lio Utara. “ibu merasa senang dengan semangatnya ibu-ibu yang selalu mengikuti pengajian”. Ujarnya (16/10)

“Berkat ibu Agam yang selalu mengajak warga Lio Utara dalam kebaikan masjid ini semakin hangat dan semakin terasa nuansa keislamannya, Ia juga sering aktif ketika ada pengajian yang di tempat lain”. ujar ibu Nanin selaku warga (16/10), sekarang di masjid Al-Ikhlas ini setiap hari minggu jam 15:30 sampai selesai dan Kamis malam Jum’at jam 18:30 sampai selesai selalu ramai dengan ibu-ibu pengajian.

Reporter        : ILYAS

Masyarakat Terbiasa Mengadakan Yasinan di Malam Jum’at

Tahlialan dan yasinan sudah menjadi kebiasaan warga untuk mendo’akan keluarga, kerabat ataupun guru-guru kita yang sudah meninggal, dan ini bukan hal yang bid’ah melainkan ini hal yang positif.

     Kegiatan rutinan warga yang ada di RW 09, Lio Utara, kec. Cipadung, Kota. Bandung. Yang sudah menjadi tradisi bagi warga ketika datangnya malam jumat untuk mengikuti tahlilan dan yasinan, di masjid Al-Ikhlas ini sering digunakan bukan hanya untuk tahlilan dan yasinan saja, ketika selesai maghrib pun sering diakan pengajian anak-anak dan setiap hari minggu suka di adakan pengajian oleh ibu-ibu.
Berbagai lapisan masyarakat yang berada di lingkungan masjid Al-Ikhlas, sudah menjadi kegiatan rutinan ketika datangnya malam jum’at dimana masyarakat Lio Utara datang kemasjid untuk tahlilan dan yasinan bersama, dan kegiatan tahlilan / yasinan ini terus terjaga oleh para tokoh masyarakat, agar bisa mempererat tali silaturahmi.
Yasinan ini pun di pimpin oleh Kyai Drs. Idas Baihaqi, sebagai tokoh masyarakat setempat, dan warga pun mengikuti dengan khusyu dan tertib.
“tahlilan ini sudah menjadi rutinan bagi warga yang berada di Lio Utara dan yang diluar lingkungan ini, karena itu saya selaku ketua DKM ingin terus mengajak kepada semua warga agar tetap menjaga rutinan ini.” ujarnya.
Semangat masyarakat yang berada di lingkungan masjid Al-Ikhlas ini ketika mengikuti tahlilan dan yasinan, ini menjadi sebuah kebanggaan bagi warga yang berada di lingkungan sekitar, karena masyarakat terasa nyaman dengan adanya kegiatan yasinan dan tahlilan rutinan ini. Nuansa keagamaan di lingkungan ini pun terasa begitu kental, maka dari itu masyarakat selalu menjaga dengan baik.
Reforter           ilyas, 


Lahan Yang Kurang, Mengakibatkan Jamaah Sholat di Halaman Rumah Warg

Ini lah realitanya ketika masjid tempat ibdah sudah tidak bisa menampung lagi, para jemaah sholat jumat pun terpaksa sholat di tempat sempit yang berada dihalaman rumah warga. Hal yang seperti ini seharusnya lebih diperhatikan lagi.

BANDUNG, Sudah beberapa pekan ini para jamaah sholat jumat di Masjid Al-Ikhlas yang berada di Lio Utara, Manisi, Bandung terlihat kurang tertib dengan adanya jamaah yang berada di halaman rumah warga. Kondisi ini disebabkan kurang luasnya area masjid, karena keterbatasan lahan.
Para Jemaah jum’at yang menggunakan masjid Al-Ikhlas ini sudah tidak bisa menampung para jamaah lagi dikarnakan membeludaknya warga yang menggunakan tempat tersebut. Menurut bapak Medi Penyebabnya adalah kurang luasnya area masjid Al-Ikhlas ini.
“Masjid yang kecil, dan tidak mungkin untuk di perluas lagi, dikarnakan lahan yang sempit. Ujarnya. (2/10)
Akibatnya para jamaah pun banyak yang memanfaatkan halaman kosong, agar bisa mengikuti sholat jum’at berjamaah, para jamaah pun rela berdiri dibawah panasnya terik matahari dengan memakai tikar dari Koran dan dilapisi dengan sajadah. Kurangnya perhatian dari pengurus masjid  hingga menjadi sebab sehingga pelaksanaan sholat jum’at kurang tertib.
Reforter : Ilyas 



Merayakan Hari Raya Idul Adha

Menyembelih hewan kurban adalah salah satu syarat dalam hukum Islam dimana kita di haruskan untuk menyembelih hewan yang sehat seperti sapi, kerbau, kambing dan lain sebagainya, ini dilakukan dibulan Zulhijjah, dan bagi masyarakat diharuskan untuk suka cita dan bergembira ketika datang hari raya Idul Adha,

      Pelaksanaan Idhul Adha di Desa Neglasari Kec.Purabaya Kab. Sukabumi tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena baru pertama kali saya menjadi panitia kurban pada Idul Adha kali ini, Kamis (24/9) yang dilakukan di halaman pesantren Al-Ikhsan.
Pasalnya pengurusan hewan kurban tahun ini tidak lagi hanya panitia, namun banyak dari masyarakat yang bukan panitia di masjid Al-Ikhsan turut serta dalam pengurusan hewan qurban. Bahkan K.H. Muhammad Azid selaku ketua panitia qurban mengharuskan para anak muda ikut serta  dalam proses pengurusan 7 hewan qurban tahun ini.
“Alhamdulilah ditahun sekarang ibu-ibu pun ikut serta dalam pengurusan hewan kurban dan berbagai lapisan masyarakat berkumpul untuk silaturahmi” ujar K.H Muhammad Azid (24/9)
K.H Muhammad Azid juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah ikut berkurban pada Idul Adha kali ini. Setelah selesai memotong dan membersihkan daging qurban, panitia langsung membagikan daging qurban kepada masyarakat yang berada di sekitar pondok pesantren Al-Ikhsan.





Rabu, 20 Mei 2015

MENCIPTAKAN KEBAHAGIAAN



MENANTI HUJAN DARI MATAHARI

 
Cobalah saudara/i baca dengan pikiran yang tenang dan jiwa yang damai
assalamualaikum wr.wb
Suatu ketika sekelompok petani bergabung dengan sekelompok penjual payung dan jas hujan melakukan demo kerumah suci Tuhan. Mereka berunjuk rasa memprotes panas matahari sepanjang musim kemarau yang membuat sawah mereka kekeringan. Dan hujan yang tak oernah datang lebih dari sepuluh tahun itu membuat penjual jas hujan tidak mendapat penghasilan sama sekali.
Tuhan yang maha mendengar tentu saja memahami perasaan dan keinginan dari sekelompok ummatnya tersebut. Namun untuk mengajari mereka kebenaran, sesuatu harus ddilakukan. Dengan kuasanya, maka ditutupilah cahaya matahari dengan bulan selama siang hari sepanjang musim kemarau. Para petani dan penjual jas hujan gembira luar biasa karena do’a mereka di dengar dan dikabulkan Tuhan. Mualilah mereka berharap dan menunggu datangnya hujan.
Berbulan-bulan dinantikan, nyatanya hujan tak juga kunjung datang. Padahal matahari sudah tak lagi bersinar trik dan panas akibat gerhana. Bahkan ketika musim sudah semestinya memasuki masa hujan, tak satupu tetes air bahkan dalam wujud embun menetes dari langit. Tak tahan dengan keadaan ini, mereka kembali berunjuk rasa menagih janji Tuhan. Tentu saja Tuhan berdalih Bahwa Dia tidak pernah menjanjikan turunnya hujan kecuali berjanji akan menutupi cahaya matahari yang lama tak bersinar dibumi akan menyebabkan sangat sedikit air yang menguap dari lautan untuk menjadi awan dari mendung. Ujungnya, tentu saja hujan tak akan pernah turun lagi kebumi.
Seperti kisah petani dan penjual jas hujan itulah rupanya kebanyakan prilaku kita dihadapan takdir dalam semesta. Begitu banyak mengeluh untuk apa yang kita alami, hanya karena kita tidak mengetahui pasti makna yang tersembunyi di balik pristiwa yang terjadi. Penderitaan kita rasakan hanya sebagai penderitaan, dan kebahagiaan terbatas pada rasa bahagia. Padahal. Hidup ini sesungguhnya menyimpan banyak penderitaan yang membahagiakan atau kebahagiaan yang menderitakan.
Tugas matahari memang mengirimkan panasnya kebumi untuk menguapkan air yang ada di bumi. Dalam wawasan pengetahuan yang terbatas, tentu saja pesan matahari yang sesungguhnya yang menjadi awal dari terciptanya hujan tidak akan mudah dimengerti. Begitu pula dalam pemahaman bahwa penderitaan sebenarnya membuat manusia memahami kebahagiaan atau sebaliknya, tentu tidak mudah pula untuk di pahami dengan wawasan pikiran yang terbatas.
Ketidak pahamman seperti ini membuat kita mudah kecewa dan putus asa pada penderitaan dalam kehidupan. Dalam keputusan, mulailah kita gemar menghujat nasib dan takdir yang tanpa disadari sesungguhnya telah kita tetapkan sendiri bagi kehiduppan yang kita jalani saat ini. bahkan dalam kekecewaan atas doa-doa kita yang tak terkabul, kita mulai kehilangan keyakinan bahwa Tuhan itu memang ada. Hingga suara hati dari dalam bertanya “jika tuhan pun tidak lagi kau yakini, lalu siapa lagi yang meski diyakini?” namun bagi mereka yang lkhlas dalam keyakinan bahwa doa mereka pasti terkabul, akan menerima segala peristiwa kehidupan sebagai rangkaian kerja semesta untuk mengabulakn doa atau merealisasi harapan mereka.
Sayangnya kebanyakan kita belum berlatih sabar dalam mengikuti proses alam demi terkabulnya doa kita. Justru kita mudah tergelincir untuk kehilangan keyakinan dan bahkan membalikkan doa dan harapan diawal menjadi rasa keputusan. Akibatnya , tentu saja kecerdassan alam metafisika akan menghentikan proses pengabulan doa awal karena baginya kita tidak lagi menginginkan hal itu.
Belajar dari keyakinan alam bahwa hujan yang dingin sesungguhnya tercipta dari cahaya matahari yang panas, rupanya layak bagi kita untuk mencoba melihat sesuatu dari dua sisi yang berbeda. Saat berharp kebahagiaan, perjalanan kerap dimulai dengan terpahatnya jejak-jejak penderitaan. Sebaliknya, penderitaan yang menanti di depan kerap tersembunyi di bakik sejumlah kebahagiaan yang sedang kita rasakan. Dengan cara ini alam mengajari kita agar selalu waspada sebelum menilai sebuah pristiwa. Kewaspadaan seperti ini membuat sejumlah orang yang telah terlatih, menjadi lebih stabil dalam suka duka kehidupan.
Tatkala penderitaan datang menghampiri kehidupan kita, yang justru menjadi pertanyaan, tidak lah ada yang salah dalam “doa-doa” yang tanpa sadar kita panjatkan melalui pikiran, kata, dan prilaku keseharian. Sebab, kita lah yang menciptakan setiap pristiwa yang kita alami ini melalui isi keseharian pikiran dan hati kita. Sedangkan, alam ada untuk memenuhi semua harapan itu.
Sekali lagi, matahari pencipta hujan tadi mengingatkan kitsuntuk tidak mudah terjebak pada kekecewaan terhadap kinerja alam semesta. Bukan alam yang salah bekerja, tetapi kitalah yang belum memahami rahasia kerja pikiran dan hari dalam membangun harapan. 
terima kasihh...
 

Kamis, 26 Maret 2015

REVIEW-FILM TANDA TANYA.BANDUNG




FILM TANDA TANYA?


Nama saya ilyas, saya tertarik dengan Film yang satu ini dan saya akan meriviewnya dengan kemampuan saya dan juga sesuai dengan mata kuliah. Saya akan memaparkan terlebih dahulu orang-orang yang cerdas dalam pembuatan Film ini dan ini ada hubungannya dengan Pengantar Ilmu Komunikasi.
Sebelumnya saya akan memaparkan profil dari film ini:
Sutradara         : Hanung Brama
Produser          : celerina Judisar, Hanung Brama
Penulis             : Titien Wattimen
Pemeran          : Reza Rahadian, Revalia S. Tem, Agus Kuncoro, Enhhta, Rio Dewanto, Hengky Solaima dan Deddy Sutomo.
Musik              : tya Subiakto
Sinamatografi  : Tadi Sugandi
Penyuting        :cesa David Luc
Distributor       : Mahaka Picture Dapur Film
Tanggal Rilis   :100 menit
Anggaran        : Rp 5 M

Disini saya akan meriviem Film yang satu ini karena tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi, saya tertarik dengan Film ini dan menurut saya anda semua wajib menontonnya agar bisa menghargai sesama agama, budaya, bahasa, suku ataupun tingkah laku manusia yang ada di Bumi ini. maka dengan itu agar kita tidak terjebak dengan oknum-oknum yang suka mengadudombakan antara agama atau pun budaya akar terjadi konflik dan saling panatik dalam mempersepsikan agama yang ada di Indonesia khususnya. Karena negara indonesia ini negara yang didalamnya banyak budaya, agama yang berbeda-beda, bahasa berbeda pula tetapi disini menggambarkan agar kita warga Indonesia tidak melakukan anarkis dan menghakimi sendiri tentang agama.
            Di dalam Film ini juga memperlihatkan berbagai agama: seperti agama islam, katolik budha dll. Alur cerita ini Film ini yang berinteraksi dari tiga keluarga, setelah menjalani kesulitan dan kematian dalam beberapa anggota keluarga dalam kekerasan dalam agama yang panatik karena di dalamnya ada yang mengadudombakan tetapi mereka harus mampu hidup berdamai meskipun berbeda keyakinan.
            Saya akan menceritakan sedikit tentang alur Film Tanda Tanya ini awalnya ada tiga keluarga yang tinggal di desa yang tempatnya itu di semarang, Jawa Tengah: Keluarga Tionghoa-Indonesia dan beragama Buddha, Tan Kat Sun (Hengky Solaiman) dan anaknya Hendra (Rio Dewanto), Pasangan Muslim Soleh (Reza Rahadian) dan Menuk (Revalina S. Temat), Rika (Endhita) dan Abi anaknya yang seorang Muslim. Ceritanya Sun dan Hendra menjalankan sebuah restoran makanan cina yang menyajikan masakan Daging Babi yang tersebut di larang oleh agama islam meskipu restoran terebut mempunya klien dan staf muslim untuk memastikan hubungan  baik dengan karyawan muslim dan pelanggannya. Sun pun mengkhususkan tempat masakannya misalkan daging Babi ada temaptnya dan makanan untuk orang juga di khususkan staf muslimpun mempunya waktu untuk sholat ketika datang pada waktunya dan pada hari raya Idul Fitri pun sun memberikan libur panjang karena menghargai kaum muslim sedangkan anaknya tetap nyolot untuk membuka restoran tersebuk akhirnya orang-orang islam turun kelapangan agar tempat tersebut ditutup untuk sementara karena sambil emosi akhirnya terjadilah kekerasan dan penghancuran restoran tersebut.
            Maka dengan itu kalau di kaitkan dengan mata kuliah Ilmu Komunikasi ini berkaitannya dengan Persepsi dan Budaya, karangan Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.d. hlm. 213) saya akan menjelaskan sedikit daribuku ini jadi faktor-faktor internal bukan saja mempengaruhi atensi sebagai salah satu aspek persepi, tetapi juga mempengaruhi persepsi kita secara keseluruhan, terutama penafsiran atas suatu rangsangan. Agama, ideologi, tingkat intelektualitas, tingkat ekonomi, oekerjaan, dan cita rasa sebagai faktor-faktor internal jelas mempengaruhi persepsi seseorang terhadap realitas. Dengan demikian persepsi itu terkait dengan budaya (culture-bound.
            Larry A. Samovar dan Richard E. Porter mengemukakan enam unsur yaitu:
·         Kepercayaan, nilai dan sikap;
·         Pandangan dunia;
·         Organisasi sosial;
·         Tabiat manusia;
·         Orientasi kegiatan; dan
·         Persepsi tentang diri dan orang lain.
Maka dengan itu Film ini berkaitan juga dengan Pandanga Dunia yaitu orientasi budaya terhadap tuhan, kehidupan, kematian, alam semesta, kebenaran, materi (kekayaan), dan isu-isu filosofis lainnya yang berkaitan dengan kehidupan seperti pandangan dunia terhadap agama dan ideologi.
TERIMA KASIH....

Rabu, 25 Maret 2015

ceita mahasiswa yang gengsi dengan perintah orang tuanya karena dia seorang serjana.
film ini harus menjadi contoh untuk mahasiswa lain bahwa apa yang kita lakukan saat ini jangan ernah malu kalau itu dalam hal kebenran.

PK REVIEW FILM 2014 MAHASISWA BANDUNG







Assalamualiakum..
Nama ilyas, lahir di Sukabumi yang banyak cerita indah, Saya memilih film ini untuk di meriview karena tugas kuliah yang berhubungan dengan komunikasi memang semuanya menggunakan berkomunikasi tetapi yang saya cari film yang sesuai dengan metode mata kuliah yaitu Pengantar Ilmu Komunikasi.
            Awalnya saya bingung harus memilih film yang mana untuk di Riview karna terlalu banyak dan akhirnya saya menemukan film yang berjudul PK, nah saya bercerita sedikit pas awal saya nonton film ini awal masuk kampus dan nontonnya itu bersama teman-teman kosan, karena film ini menarik bagi saya untuk dipelajari dan dipahami lebih dalam ternyata film ini sangat bagus pokonya sayang kalau gak nonton film yang satu ini, karena film ini sangat menyentuh hati dan mengundang argument yang ada dalam imajinasi kita untuk dikeluarkan. film ini mengolah persepsi kita untuk mengeluarkan penilain yang positif, meskipun film ini senonoh dan tidak diijinkan untuk anak kecil menonton. Habis nonton film ini saya mengambil hal yang positifnya  saja yaitu saya menjadi lebih memperkokoh kepercayaan saya dalam beriman agar tidak bisa digoyahkan dengan agama lain karena saaat ini yang saya hadapi dunia bebas yang bermacam-macam budaya, bahasa, suku dan cara bribadah juga sangat berbeda, meskipun perbedaan itu adalah warna tetapi kalu tentang agama saya harus lewbih mengokohkan kembali jangan sampai terjerumus kelubang yang salah.
            Awal carita tentang film ini yaitu orang yang aneh yang tidak punya tujuana hidup, ketika ketemu dengan orang yang pertama dibumi tiba-tiba kalung (remot control) yang ia pake langsung dirampas dan melarikan diri. Dia berusaha untuk mendapatkan kalung tersebut dari sipencuri yang lari singkat cerita dia langsung mencari ketempat penduduk dan dia merasakan hal yang sangat berbeda denagn dunia yang sebelumnya dia tempati seperti perbedaan budaya, tempat tinggal, cara bertingkah laku. Dia orang yang tidak bisa berkomunikasi karena belum mengetahui bahasa yang dia tempati, dia tidak mengetahui budaya rakyat yang ada dibumi, dia tidak mengetahui pakaian yang harus dipake, pokonya orang ini serba tidak mengetahui apa yang penduduk bumi lakukan. Dia terus mencari informasi tentang yang ada dibumi sambil mencari remot kontrolnya yang hilang.
            Ketika orang-orang yang dibumi ketemu dengan orang aneh ini dengan memberikan nama PK, karena orang-orang yang di bumi merasa aneh dengan tingkah lakunya, ketika ditanya oleh penduduk bumi ia selalu bilang saya berasal dari luar angkasa/planet dan orang yang dibumi mendengarnya selalu tertawa ketika dia mengatakan asal-usul dia berada dibumi karena penduduk bumi merasa tidak mungkin atau tidak percaya. Lama kelamaan PK/Tipsy ini mulai memahami tingkah laku penduduk yang ada dibumi, dia mulai beradaptasi dengan lingkungan dan mulai masuk ke dalam kehidupan penduduk dibumi (manusia). Ada beberapa orang yang mau megajari PK atau Tipsy dalam kehidupan dibumi, agar dia bisa hidup dibumi dengan cara megetahui kebudayaan atau kebiasan manusia. PK pun sambil belajar memahami bahsa didunia sambill mencari informasi tentang keberadaan Remot kontrolnya yang di rampas dia selalu bertanya kepada semua orang tentang kalungnyanya itu yang dianggap olehnya itu barang berharga yang berfungsi untuk berkomunikasi dengan alamnya (planet). di dalam proses ini dia menemukan berbagai hal yang menurut dia aneh seperti menemukan bagaimana bertuhan, dengan siapa dia harus bertuhan, dan dia terus menanyakan keberadaan tuhan dimnana dia pun mencarinya sampai ke kuil, masjid, greja dan tempat-tempat ibadah yang lainnya dia cari keberadaan tuhan tapi tetap dia tidak menemukannya, ketika dia beribadah di berbagai tempat pasti meminta agar tuhan mengabulkan yang Tipsy minta yaitu agar remot kontrol ajaibnya itu kembali dan tuhan-tuhannya itu tidak mengabulkan dengan apa yang dia pinta akhirnya Tipsy marah-marah dan dia pindah lagi agama agar bisa menemukan tuhan, dengan cara berpindah-pindah agama/kepercayaan Tipsy berpersepsi agar tuhan mengabulkan langsung apa yang dia  minta.
            Yang menarik bagi saya ketika Tipsy berada didalam Gereja dan para petugas/yang sedang beribadah mengusir Tipsy agar keluar dari gereja tapi Tipsy tetap memberontak untuk bisa ketemu tuhan dan petugas tersebut berkata “ Tuhan sedang melihatmu, dan dia sedang melihat sikap kamu” lalu Tipsy langsung membrontak kembali dan dia menanyakan keberadaan tuhan kebetulan pada waktu itu pemimpin greja lagi menyembahkan minuman anggur kepada yang disembahnya lalu Tipsy/PK berpersepsi lagi bahwa tuhan sudah bosan dengan minum air kelapa sekarang sedah diganti dengan minuman anggur dan PK pun akhirnya pergi ke tempat yang jualan minuman  anggur dia pun membeli minuman tersebut lalu dia bawa ketempat muslim dan orang-orang muslimpun bertanya “anda mau kemana” akhirnya PK menjawab “mau ketemu tuhan” akhirnya PK pun dikejar-kejar masa karena minuman tersebut diharamkan oleh islam. akhirnya PK puncari tuhan lagi agar remot kontrolnya dikembalikan dia pun tidak mengenal lelah dengan keluar masuknya tempat peribadatan umat manusia seperti masjid, kuil, vihara ia terus masuki dan setiap masuk agama tersebut dia melakukan ritul dengan keyakinannya seperti sholat, pembaptisan, kebaktian, persembahyangan hingga dia ritual agama di Delhi yang menurut ideology tidak rasional. Disini memperlihatkan bagaimana seseorang secara individu atau kelompok memakai baju yang berbeda sesuai dengan budaya ataupun ciri khas agama yang mereka peluk jadi manusia itu tidak bisa tanpa adanya pegangan hidup dalam beragama yang dipercayai ataupun hal yang membuat kita nyaman dan terlindungi maka dengan itu yang akan melindungi kita adalah tuhan.
Dalam Ilmu komunikasi ini berkaitan dengan persepsi dan budaya yakni factor-faktor internal bukan saja mempengaruhi atensi sebagai salah satu aspek persepsi, tetapi juga mempengaruhi persepsi kita secara keseluruhan, terutama penafsiran atas suatu rangsangan. Seperti Agama, ideologi, tingkat intelektualitas, tingkat ekonomi,pekerjaan, dan cita rasa sebagai faktor-faktor internal jelas mempengaruhi persepsi seseorang terhadap realitas, dengan demikian persepsi itu terikat oleh budaya (culture-bound). Bagaimana kita memaknai pesan, objek, atau lingkungan bergantung pada sistem nilai yang kita anut. Jadi film ini sangat erat dengan apa yang dikemukakan oleh Learry A. Samovar dan Richard E. Porter. Ada enam unsur budaya yang secara langsung mempengaruhi persepsi kita dalam berkomunikasi dengan orang dari budaya lain. Seperti:
a.       Kepercayaan (beliefs), nilai (values), dan sikap (attitudes),
b.      Pandangan dunia (worldview),
c.       Organisasi sosial (social arganization),
d.      Tabiat manusia (human nature),
e.       Orientasi kegiatan (activity orientation),
f.       Peersepsi tentang diri dan orang lain (perception of self and others)
Terima kasih..